Archive for the ‘Bahasa Indonesia’ Category

Commanding someone using “sana”

2008 May 15

In bahasa Indonesia, “sana” literally means “there” like this sentence shows:

(1) Nanti malem aku bakal ke sana.
– I will go there tonight.

However, another of its important use is to make a casual yet strong command. Some example sentences:

(1) Kerjain PR sana!
– Go do your homework!

(2) Sana main di luar!
– Go play outside!

(3) Mandi dulu sana!
– Go take a bath first!

As can be seen, “sana” can be put either at the front or the end of the sentence. It has a sense of urgency, e.g. “do it immediately”. It also implies anger or annoyance on the speaker’s part, and the speaker won’t really accept a “no”. If you want to associate “sana” with its literal meaning “there”, you can remember it as having the connotation “go there and do what I told”.

It’s used when there is a very close relationship between the speaker and the one commanded, where such strong words are acceptable. Examples include a parent telling their child and a boy being angry towards his older sister.

– Jangan ngenet mulu, belajar sana!

The corruption of the last syllable containing the vowel ‘a’ on Indonesian

2007 December 23

In spoken Indonesian, the vocal ‘a’ on the last syllable of many words change into ‘e’. When this colloquial corruption exists, using the correct version sounds very very stiff and formal. Here are some examples:

teman -> temen (friend)
Temenmu tadi juga kuliah di UGM? – Does your friend (which we met earlier) also study in UGM?

But not preman -> premen (even though it has the same last syllable as the previous example)

dalam -> dalem (inside)
Bukunya ada di dalem tas yang kecil itu. – The book is inside that small bag.

malam -> malem (night)
Gimana kalo ngerjainnya nanti malem aja? – How about doing it later tonight?

But not salam -> salem

tanam -> tanem (to plant), also its derived word tanaman -> taneman (plant)
Tadi aku ngeliat taneman aneh lo di kuburan! – I found a weird plant on the cemetery, you know!

enam -> enem (six)
Aku udah nyoba enem kali tapi masih belum bisa menang juga. – I’ve tried six times but still couldn’t win.

But not senam -> senem

senang -> seneng (to like)
Aku nggak gitu seneng lagu ini. – I don’t really like this song.

But not renang -> reneng

simpan – simpen (to keep something in a place)
Simpen di tempat yang aman lo! – Make sure you keep it in a safe place!

But not depan -> depen

malas -> males (lazy)
Kalau kamu males-malesan, mana bisa lulus? – If you act lazy, how can you pass?

But not kelas -> keles

Most of the words that I could think of ends with -n, -m, or -ng (which in Japanese is all represented by ん). Can you find other examples?

It is OK to use the corrupted vocabulary presented here when talking to someone higher (e.g., teacher). However, it is not used in formal writing or speech.

Panduan Yahoo! Jisho: Kamus Jepang Inggris dengan Banyak Contoh Kalimat

2007 December 8

Tulisan ini telah dipindah ke singularity.agronesia.net: “Panduan Yahoo! Jisho: Kamus Jepang Inggris dengan Banyak Contoh Kalimat”. Silahkan kunjungi server barunya.

This post has been moved to singularity.agronesia.net: “Panduan Yahoo! Jisho: Kamus Jepang Inggris dengan Banyak Contoh Kalimat”. Please visit the new server.

Bunting, HP Frenku itu…

2007 December 4

Tulisan ini telah dipindah ke singularity.agronesia.net: “Bunting, HP Frenku itu…”. Silahkan kunjungi server barunya.

This post has been moved to singularity.agronesia.net: “Bunting, HP Frenku itu…”. Please visit the new server.

Pe-nanti-an

2007 November 30

Kami, kami, kami
Aku menunggu kertas itu
Menanti penilaian Tuhan
Sampai rambutku memanjang
Kami, kami, kami

– Agro

Ah, capeknya… Berkas terakhir yang aku perlukan untuk yudisium adalah nilai TA asli yang bisa diperoleh di sekretariat program studi S1 matematika. Hanya saja, petugasnya yaitu Mba Mira tidak ada!!!

Aku menunggu di dekat pintu masuk ruangan tersebut. Ada colokan listrik, meja, dan kursi di situ. Dengan laptop, semuanya bisa saja jadi sempurna. Yang kurang hanyalah koneksi Wifi yang fungsional.

Sambil duduk dan menyalakan komputer, aku diganggu oleh suara dak-duk-duk dan srek-esrek-srek beberapa tukang bangungan yang sedang merenovasi toilet di belakangku. Bau khas situs konstruksi pun sesekali tercium tajam. Aku menunggu walaupun kedatangan Mba Mira juga “belum pasti”, kata petugas lainnya. Tertulis di meja Mba Mira bahwa dia sedang mengikuti “PELATIHAN DI SMILE GROUP”. Apa mungkin dia kurang ramah ya sehingga dikirim oleh kantor mengikuti pelatihan tersebut :)?

Niatnya, sambil menunggu aku mau menulis komentar tentang kertas pengumuman yang terlihat dari tempatku duduk, tentunya untuk ngejar setoran blog. Tapi saat mulai mengetik, datang teman satu kelompok dari mata kuliah “Pengantar filsafat ilmu dan sejarah matematika” yang dulu pernah kuambil. Dia sudah lulus dengan topik TA aljabar. Saat kutanya lebih lanjut tentang apa yang ditulis, dia memulainya dengan pertanyaan, “Tau ring?” Pertanyaan bagus, yang sayangnya hanya bisa kujawab dengan “Cuma pernah denger.” “Kalau grup?”, tanyanya lagi. “Cuma pernah denger juga.” Setelah tahu bahwa aku tidak mengerti apa-apa tentang aljabar, dia menjelaskan TA-nya dengan sangat bijak dan mudah dimengerti, “Ya, pokoknya tentang sesuatu yang abstrak di aljabar.” Sial, beginilah nasib anak MIPA yang tidak berpendidikan, yang tahunya malah “grup” idol macam Momusu

Singkatnya, aku akhirnya ngobrol sambil menunggu Mba Mira. Ngomongin pendadaran. Kata anak matematika temanku itu, dia dosen pembimbingnya dua dan dosen pengujinya tiga. Ngomongin wisuda. Katanya dia pernah ngehadirin temen-temennya wisuda, nunggu di luar GSP. Saat momen siiiiing muncul, cuaca pun diobrolin karena kebetulan memang sedang mendung. Dan semua ini berakhir dengan buruk: Mba Mira tidak datang. Karena ini terjadi Jum’at, terpaksa deh menunggu minggu berganti untuk mencari Mba Mira lagi. Tentang pengumuman yang sebetulnya mau kukomentarin, kapan-kapan aja, untuk saat ini kusimpan dulu di “box” bahan blog. Tahu struktur data box kan? First in, random out (karena ngambilnya sambil ngubek-ngubek).

Urusan setelah pendadaran memang repot…

Mahasiswa MIPA: Klaim Duitmu

2007 November 26

Aku mahasiswa MIPA UGM angkatan 2003. Pada semester ke-8 dan 9, aku hanya mengambil Tugas Akhir (TA). Apakah kalian tahu bahwa mahasiswa MIPA UGM yang hanya mengambil TA dapat meminta yang namanya uang kelebihan pembayaran? Besarnya lumayan: Rp. 300.000,00! (bukan “!” faktorial, tapi tanda seru biasa)

Ini adalah informasi yang hanya menyebar dari mulut ke mulut. Sepertinya pihak MIPA tidak mau mensosialisasikan hal ini dengan aktif, dengan harapan mahasiswa tidak ada yang tau.

Inilah prosedur untuk mendapatkannya: (berdasar ingatan jadi mungkin ada ketidakakuratan di sana-sini)

  1. Ke bagian kemahasiswaan selasar MIPA utara. Bilang sama pegawainya kalau kamu hanya mengambil TA dan mau mengambil uang kelebihan pembayaran. Nanti kamu akan disuruh masuk untuk menemui pegawai tertentu dan menyerahkan fotokopi KRS.
  2. KRS tersebut akan dicek kebenarannya dan dicap. Kalau kamu datang pagi, proses pengecapannya bisa selesai di siang harinya.
  3. Minta form kelebihan pembayaran di bagian keuangan lantai 2 selasar MIPA utara. Isi formnya dan sertakan lampiran berupa fotokopi KTM, fotokopi bukti pembayaran, dan fotokopi KRS yang telah dilegalisir.
  4. Kembalikan semuanya ke bagian keuangan.
  5. Tunggu sampai nama kamu dipanggil di pengumuman selasar MIPA utara. Prosesnya sekitar sebulan.
  6. Ambil duitmu 🙂

Selamat mecoba, dan jangan lupa beritahu ke teman-teman kamu :).

Lulus?

2007 November 22

合格 - passing an exam

Ah, akhirnya lulus juga ujian pendadaran. Tinggal merevisi dan berbagai urusan administratif yang katanya malah jauh lebih mengerikan dari pendadaran itu sendiri. Ucapan terima kasihnya nanti saja, sekalian kalau wisuda :).

Ngomong-ngomong, sudah lama sekali blog ini terlantar. Posting sebelumnya adalah… Waks! 5 bulan yang lalu! Selama itu pula, spam-spam mulai dari link-link nggak jelas sampai cerita porno multiparagraf tumbuh berjamuran di sudut-sudut remang bagian comment blog ini. Bersih-bersih sudah selesai, jadi tinggal… Menghidupkan?

Tapi aku nggak niat ngomongin kenapa blog ini bisa terlantar begitu lama. Kalau isinya flashback melulu, rasanya seperti orang tua yang membuat autobiografinya karena merasa sudah hampir mati. Masa depanku masih terbentang panjang to? Lebih baik menulis tentang apa yang sedang kulakukan saat ini, dan mimpi-mimpi masa depan itu…

Jadi, mulai saat ini, blog ini akan menyediakan lagi hidangan rutinnya setiap Selasa dan Sabtu. Stay tuned…

SQLite, mesin SQL yang kecil dan cepat

2007 May 29

Tulisan ini telah dipindah ke singularity.agronesia.net: “SQLite, mesin SQL yang kecil dan cepat”. Silahkan kunjungi server barunya.

This post has been moved to singularity.agronesia.net: “SQLite, mesin SQL yang kecil dan cepat”. Please visit the new server.

Indosiar melakukannya lagi: Virus SCA

2007 May 15

This post has been moved to singularity.agronesia.net: “Indosiar melakukannya lagi: Virus SCA”. Please visit the new server.

Tulisan ini telah dipindah ke singularity.agronesia.net: “Indosiar melakukannya lagi: Virus SCA”. Silahkan kunjungi server barunya.

Using the prefix -an to make an informal verb from a noun

2007 May 12

This post has been moved to singularity.agronesia.net: “Using the prefix -an to make an informal verb from a noun”. Please visit the new server.